Bukti Ilmiah Manfaat Hipnoterapi, Pendidikan Serta Kualifikasi Praktisi Hipnoterapi

6 November 2014 15:00

Pendahuluan

Akhir-akhir ini hipnoterapi mulai tumbuh subur di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Namun demikian pemahaman masyarakat mengenai hipnoterapi nampaknya masih salah kaprah. Salah satu contoh, sebagian masyarakat belum sepenuhnya menyadari bahwa hipnoterapi sangat berbeda dengan hipnosis panggung (stage hypnosis) yang biasa disaksikan dalam acara hiburan di TV. Sebagian masyarakat juga tidak tahu perbedaan arti dari hipnosis, hipnotis, hipnoterapi, dan hipnoterapis.

Hipnosis adalah ilmu psikoneurofisiologis yang secara saintifik mendasarkan pada perubahan frekuensi dan amplitude gelombang otak dari kondisi beta ke kondisi delta yang mengakibatkan meningkatnya fokus, konsentrasi, dan penerimaan terhadap pesan-pesan mental yang diberikan kepada pikiran bawah sadar (Gunawan, 2012).

- Hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis.

- Hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan dalam kondisi hipnosis.

- Hipnoterapis adalah orang yang melaksanakan hipnoterapi.

Praktik hipnoterapi dan program pendidikan praktisi hipnoterapi mulai banyak berkembang di Indonesia. Namun, sebagai bidang baru dalam ranah kesehatan, sejauh ini belum terdapat kesepakatan mengenai standar praktik maupun pendidikannya di Indonesia. Bagaimanapun juga, manfaat hipnoterapi sangat tergantung dari luas dan mendalamnya penguasaan seseorang mengenai teknik-teknik hipnoterapi yang efektif dan efisien yang didasari oleh riset-riset ilmiah.

Hipnoterapi sangat bermanfaat bagi klien bila dilakukan dengan teknik yang benar sesuai dengan prinsip kerja pikiran sadar dan bawah sadar, dan sebaliknya dapat membahayakan klien bila dilakukan tanpa penguasaan mendalam mengenai prinsip kerja pikiran sadar dan bawah sadar. Itulah sebabnya, profesi hipnoterapis perlu dikembangkan melalui standar pendidikan yang bukan hanya memelajari pengetahuan dan teknik hipnoterapi, melainkan sekaligus membentuk rasa tanggung jawab dan integritas peserta dalam melaksanakan fungsinya sebagai hipnoterapis. 

Bukti Ilmiah Manfaat Hipnoterapi

Hipnoterapi klinis adalah modalitas terapi yang telah diterima dan mendapat pengakuan dari American Psychological Association (APA) sebagai cabang ilmu psikologi di tahun 1960 dan merupakan divisi ke tiga puluh (Society of Psychological Hypnosis) dari lima puluh enam divisi dalam APA.

Di tahun 1955 British Medical Association menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa hipnosis adalah alat bantu medis yang berharga. American Medical Association di tahun 1958 juga mengeluarkan pernyataan resmi bahwa hipnosis adalah modalitas terapi yang layak dan ilmiah. Sedangkan di tahun 1962 American Psychiatric Association juga mengakui hipnosis sebagai modalitas terapi yang layak untuk menangani beberapa masalah psikologis (Nash dan Barnier, 2008).

Barios (1970) telah melakukan survei berbagai literatur ilmiah dan membandingkan tingkat kesembuhan yang berhasil dicapai dengan modalitas terapi berbeda, dengan temuan sebagai berikut:  

- Psikoanalisa38% kesembuhan setelah dilakukan 600 sesi terapi.

 - Terapi perilaku (behavior therapy): 72% kesembuhan setelah dilakukan 22 sesi terapi.

- Hipnoterapi 93% kesembuhan setelah 6 sesi terapi.

Hipnoterapi klinis sesuai dengan pernyataan Barios (1970) lebih unggul dibandingkan psikonalisa dan terapi perilaku karena dapat langsung menembus faktor kritis pikiran sadar dan menjangkau pikiran bawah sadar di mana tersimpan berbagai program pikiran maupun emosi yang menjadi akar masalah yang berhubungan dengan atau yang menjadi penyebab berbagai gangguan emosi, perilaku, dan penyakit psikosomatis.

Pentingnya terapi dilakukan di pikiran bawah sadar karena pengaruh pikiran bawah sadar yang sangat besar terhadap hidup manusia. Hal ini sejalan denganhasil riset Azegedy-Maszak (2005) yang menyatakan bahwa pikiran bawah sadar bertanggungjawab, mempengaruhi, dan menentukan 95% hingga 99%proses aktivitas berpikir, sehingga pikiran bawah sadar menentukan hampir semua keputusan, tindakan, emosi, dan perilaku kita.

Hipnoterapi, menurut Tebbetts (1985), bekerja berdasar dua prinsip penting berikut. Pertama, sebagian besar perilaku maladaptif adalah hasil dari respon penyesuaian yang tidak tepat, yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan masa kecil, yang tidak sesuai dengan situasi atau kondisi saat dewasa. Kedua, sebagian besar penyakit bersifat psikosomatis dan dipilih secara tidak sadar, sebagai upaya untuk lari dari situasi yang dianggap sebagai situasi dengan tekanan mental yang berlebih, yang disebabkan oleh emosi destruktif seperti kemarahan, kebencian, dendam, perasaan bersalah, dan takut.

Berdasarkan berbagai literatur dan pengalaman praktik selama hampir sepuluh tahun, penulis menyimpulkan bahwa hubungan antara satu atau beberapa kejadian dengan muatan emosi intens dan simtom yang muncul dalam diri klien, adalah sebagai berikut (Gunawan, 2012):

- Simtom/masalah adalah bentuk komunikasi dari pikiran bawah sadar ke pikiran sadar dengan muatan pesan yang spesifik.

- Simtom muncul atau tercipta melalui rangkaian proses yang selalu diawali dengan kejadian paling awal yang dinamakan akar masalah (ISE/initial sensitizing event) dan bisa diperkuat oleh beberapa kejadian lanjutan (SSE/subsequent sensitizing event).

- Simtom bertujuan melindungi individu dari hal-hal yang oleh pikiran bawah sadar dipersepsi merugikan atau membahayakan individu.

- Kekuatan dan intensitas simtom berbanding lurus dengan intensitas emosi yang mendasari munculnya simtom.

-Penyelesaian masalah efektif terjadi saat terjadi ketuntasan resolusi pada akar masalah.

-Pilihan simtom sepenuhnya bergantung pada dinamika pikiran bawah sadar individu.


Aplikasi hipnoterapi klinis oleh praktisi yang terlatih dan cakap mampu membantu klien mengatasi beragam masalah, antara lain meliputi aspek kesehatan, pekerjaan, karier, keuangan, rumah-tangga, relasional, sosial, spiritual, pengembangan diri dan lain-lain. Berikut ini adalah beberapa contoh aplikasi dan manfaat hipnoterapi klinis:

Tabel 1. Manfaat hipnoterapi untuk berbagai simtom

Masalah/Simtom

Manfaat

Rujukan

Amnesia psikogenik

Mengungkap memori yang terepresi akibat pengalaman traumatik

Crasilneck and Hall, 1975

Asma

Membantu meringankan simtom asma

Hackman, Stern, & Gershwin, 2000; Kohen, 1996; Ferreiro, 1993

Bayi sungsang

Membalik posisi bayi sungsang dalam kandungan

Mehl, 1994

Cemas

Mengurangi cemas

Barlow, 1996

Depresi

Membantu mengatasi depresi

Lynn, Kirsch, Barabasz, Cardena & Patterson, 2000

Dermatologi

Hipnosis membantu mengurangi/ menyembuhkan beragam masalah kulit.

Shenefelt, 2000; Ewin & Eimer, 2006; Goldstein, 2005

Enuresis

Mengurangi frekuensi dan menyembuhkan enuresis

Banerjee, Srivastav, & Palan, 1993; Gottsegen, 2003

 

Menyembuhkan fobia naik pesawat terbang

Kroger & Fezler, 1976

Fobia

Menyembuhkan fobia binatang seperti ular, anjing, tikus, dll

Lang et al., 1965; Daniels, 1976; Spiegel & Spiegel 1978; O’Brien, Cooley, Ciotti, & Henninger, 1981

 

Menyembuhkan fobia jarum suntik

Daniels, 1976

 

Menyembuhkan fobia tes atau ujian

Spies, 1979

Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

Membantu mengatasi pengalaman disosiatif saat dan pascatrauma

Butler, Duran, Jasiukaitis, Koopman, & Spiegel, 1996; Christianson & Loftus, 1987

Imun Sistem

Meningkatkan jumlah sel T dan B

Ruyylasmith, et al., 1995

Irritable Bowel Syndrome

Mengurangi gangguan IBS

Gonsalkorale, Houghton, & Whorwell, 2000; Palsson, 2006; Palsson, Turner, Johnson, Burnett, & Whitehead, 2006; Whitehead 2006

Kelumpuhan histerikal

Menyembuhkan kelumpuhan histerikal

Bryan, 1961; Moskowitz,1964

Masalah Pencernaan

Memperbaiki kondisi/mengurangi sakit karena dispepsia fungsional

Calvert, Houghton, Cooper, Morris, & Whorwell, 2002

Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok

Neufeld & Lynn, 1988

Migrain

Menyembuhkan migrain

Kukuruzovic, 2004

Perilaku obsesif kompulsif

Menghentikan dan menyembuhkan perilaku obsesif kompulsif

Watkins, 1971

 

Mengurangi kebutuhan obat penenang

Lang, Joyce, & Spiegal, 1996

Prosedur medis

Mengurangi/menghilangkan mual akibat kemoterapi

Meyers & Mark, 1995

 

Mengurangi kebutuhan obat analgesik dan lama masa inap di rumah sakit pascaoperasi.

Lang, Berotsh, & Fick, 2000

 

Mengurangi rasa sakit secara umum

Liossi & Hatura, 2003; Raz, 2005

 

Rasa sakit

Mengurangi rasa sakit temporomandibular disorder (TMD)

NIH/OAM, 1998

 

Mengurangi rasa sakit akibat luka bakar serius

Patterson, Adcock, & Bombardier, 1997; Ewin, 1986a, 1986b; Gilboa, Borensteim, Seidman, & Tsur, 1990

 

 

Serangan panik

Sama efektifnya seperti penggunaan obat untuk mengatasi serangan panik dan agorafobia

Gallo, 1999

 

Dalam jangka panjang lebih efektif daripada penggunaan obat-obatan

Barlow, 2000

Tics

Menyembuhkan tics

Dillenburger & Keenan, 2003

Trichotillomania (TTM)

Menyembuhkan TTM

Cohen, Barzilai, & Lahat, 1999; Rowen, 1981; Zalsman, Hermesh, & Sever, 2001

 

 Pendidikan dan Kualifikasi Praktisi Hipnoterapi

Untuk dapat mempraktikkan hipnoterapi klinis secara benar, efektif, efisien, dan berdasar kaidah ilmiah, setiap calon hipnoterapis harus menjalani pendidikan dan sertifikasi dengan standar tertentu.

Dua lembaga terkemuka yang menjadi acuan standar pelatihan dan sertifikasi hipnoterapi klinis dunia adalah American Council of Hypnotist Examiners (ACHE) dan American Society of Clinical Hypnosis (ASCH). Keanggotaan ACHE sifatnya terbuka dan bisa diikuti siapa saja yang telah mengikuti pendidikan dan tersertifikasi menurut standar ACHE. Sedangkan ASCH bersifat tertutup dan hanya bisa diikuti oleh dokter, psikiater, psikolog, konselor, atau perawat.

Untuk bisa mendapat sertifikasi hipnoterapi klinis menurut standar ASCH peserta harus menyandang gelar magister dalam disiplin ilmu yang berhubungan dengan kesehatan, memiliki ijin praktik resmi, mengikuti pelatihan yang diakreditasi oleh ASCH minimal 40 (empat puluh jam), mengikuti pelatihan/konsultasi individual selama minimal 20 jam dengan konsultan yang diakui oleh ASCH, dan menjalani praktik mandiri menggunakan hipnosis klinis selama dua tahun (Hammond, 1988).

ACHE menetapkan dua jenjang pendidikan dan sertifikasi dengan persyaratan berikut:

a. Certified Hypnotherapist (C.Ht)

    Peserta mengikuti pelatihan di lembaga pelatihan hipnoterapi yang terakreditasi oleh ACHE minimal selama 200 (dua ratus) jam tatap muka di kelas. Hipnoterapis juga harus lulus ujian tulis dan praktik sesuai standar ACHE.

b. Certified Clinical Hypnotherapist (CCH)

Peserta telah menyelesaikan pendidikan dan sertifikasi hipnoterapis dengan lama masa studi 300 (tiga ratus) jam tatap muka di kelas di lembaga hipnoterapi yang terakreditasi oleh ACHE.

Standar pendidikan dan sertifikasi yang ditetapkan dua lembaga terkemuka di atas, ACHE dan ASCH, tidak dapat sepenuhnya diterapkan di Indonesia, terutama syarat minimal pendidikan S2 dan lama masa pendidikan selama 200 hingga 300 jam.

Idealnya, syarat memelajari hipnoterapi klinis adalah minimal sarjana strata satu dengan lama masa pendidikan 100 (seratus) jam untuk sertifikasi hipnoterapis (C.Ht) dan 200 (dua ratus) jam untuk hipnoterapis klinis (CCH). Setiap jenjang dilaksanakan selama sembilan hari yang terbagi menjadi tiga kali pertemuan masing-masing selama tiga hari penuh.

Penutup

Uraian di atas telah menjelaskan secara singkat pengertian dari hipnoterapi, bukti ilmiah manfaat hipnoterapi, pendidikan serta kualifikasi praktisi hipnoterapi. Khususnya mengenai pendidikan, selain menyajikan materi sesuai dengan kurikulum, untuk mengembangkan tanggung jawab dan integritas para peserta, penulis sebagai pelaksana pendidikan profesi hipnoterapis telah menegakkan standar praktik hipnoterapi. Peserta yang telah lulus dalam pendidikan mendapatkan sertifikat praktik yang berlaku selama satu tahun, sepanjang alumni yang bersangkutan melaksanakan praktik terapi sesuai protokol yang telah ditetapkan. Perpanjangan sertifikat praktik dilakukan tiap tahun dengan persyaratan tertentu untuk menjaga kesinambungan mutu layanan. Mutu layanan juga dirawat melalui ruang konsultasi yang disediakan melalui milis.

Harapan penulis, semoga penegakan standar yang tinggi seperti ini juga dilaksanakan oleh lembaga-lembaga lain yang menyelenggarakan pendidikan praktisi hipnoterapi. Dengan standar yang memadai tentu saja hipnoterapi layak untuk diakui secara formal oleh pemerintah (melalui Depkes) dan diberikan tempat yang terhormat, sejajar dengan profesi kesehatan lainnya.

 

Catatan:

Saat presentasi di Jakarta beberapa waktu lalu, saya menjelaskan detil kurikulum pendidikan dan sertifikasi CHt (certified hypnotherapist) dan CCH (certified clinical hypnotherapist). Dalam artikel di atas sengaja tidak saya cantumkan karena akan sangat panjang uraiannya. Demikian juga daftar rujukan saya sertakan lengkap dalam artikel yang dibagikan saat presentasi namun tidak dalam artikel ini karena cukup banyak.

_PRINT   _SENDTOFRIEND

Upcoming Events
Counter
Online15
Hari ini1.576
Minggu ini7.484
Bulan ini75.336
Bulan lalu107.975
03 Facebook
04 @adiwgunawan
05 Tell Friends