Home Profile Services Products Events Articles My Notes Testimonial Contact  



Uji Sugestibilitas

Quantum Hypnosis Indonesia

Receive information on the latest events and happenings here!
Sign Up Your E-mail below:

: :





Ultimate Height (CD Audio Therapy)


Surabaya - Seminar Quantum Life Transformation
  16 Oktober 2010
Hotel Tunjungan Surabaya
Jl. Tunjungan 102-104 Surabaya
   
Seminar Hypnotherapy for Children
  11 Desember 2010
Hotel ASTON
Denpasar
   
SURABAYA: QLT for TEENS
  24-29 Desember 2010
Hotel Tretes Raya
Tretes (Surabaya)
   
 

Event lainnya, klik disini

My Notes

Barusan saya kembali dari Amerika untuk kembali meng-update ilmu untuk semakin mengembangkan diri saya. Sungguh satu perjalanan yang cukup melelahkan namun membahagiakan.

Saya berangkat dari Surabaya ke Hongkong selama sekitar 4 jam 30 menit. Transit ... (lanjut)


Testimonials

Selamat malam Pak Adi, saya Rusman dari Tarakan telah memutuskan untuk mengikuti workshop QHi Oktober mendatang. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada Pak Adi. Ternyata apa ... (lanjut)


    Untitled Document

Rahasia Masuk Ke Level Deep Hypnosis

Baru-baru ini saya mendapat email dari peserta roadshow The Secret of Mindset, di Jogjakarta, yang bertanya, “Pak, saya penasaran dengan yang Bapak lakukan. Bagaimana Pak Adi bisa begitu mudah membawa peserta seminar, yang jumlahnya ratusan, masuk hingga ke kedalaman profound somnambulism?”

Penasaran dengan pertanyaan ini, karena peserta ini menggunakan istilah yang sangat teknis, profound somnambulism, saya lalu menanyakan latar belakangnya. Peserta ini, sebut saja, Pak Anggoro, menerangkan bahwa ia juga mempelajari hipnosis dan hipnoterapi. Namun selama ini mengalami kesulitan membawa kliennya masuk ke kondisi very deep hypnosis atau yang dikenal dengan level profound somnambulism.

Bagi anda, pembaca, yang tidak menghadiri roadshow seminar saya mungkin bingung apa yang saya lakukan? Di seminar saya menjelaskan dan memeragakan cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar dengan sangat cepat dan mudah. Pertama, saya akan memberikan contoh dengan meminta seorang peserta maju ke depan, ke atas panggung, untuk saya bimbing masuk ke kondisi deep hypnosis.

Dalam waktu yang sangat singkat dan sangat mudah, peserta ini, bisa masuk sangat dalam, hingga mencapai kondisi profound somnambulism. Untuk membuktikan bahwa subjek hipnosis saya ini telah masuk ke level yang sangat dalam saya melakukan uji kedalaman. Salah satu fenomena kondisi profound somnambulism adalah negative visual hallucination. Dan subjek saya ini memberikan respon yang sesuai dengan kedalaman hipnosis yang ia capai saat itu.

Setelah menjelaskan panjang lebar beserta contoh dan peragaan yang gamblang, saya selanjutnya membimbing semua peserta untuk masuk ke kondisi deep hypnosis atau profound somnambulism. Dan rupanya hal ini yang membuat Pak Anggoro penasaran.

Nah, mungkin anda juga bertanya, seperti Pak Anggoro, bagaimana cara saya melakukannya? Mengapa begitu mudah? Pake ilmu apa ya?  Apa rahasianya?

Apakah memang ada rahasia di balik apa yang saya lakukan? Nggak ada rahasia.

Lho, kok nggak ada rahasia? Kalo begitu mengapa sulit untuk mencapai kondisi profound somnambulism? Lha, memang bukan rahasia, kok. Di berbagai buku, literatur, dan pelatihan hipnosis/hipnoterapi “rahasia” ini pasti dijelaskan atau diajarkan sebagai pengetahuan dasar. Namun sayangnya informasi ini kurang mendapat perhatian yang layak dan malah sering diabaikan. 

Ada beberapa hal yang selama ini menghambat seorang operator (baca: hipnotis atau hipnoterapis) untuk bisa membimbing subjek hipnosis atau klien masuk ke kondisi hipnosis yang sangat dalam.

Pertama, banyak operator yang berpikir bahwa hipnosis adalah sesuatu yang mereka lakukan terhadap subjek hipnosis, subjek masuk kondisi hipnosis karena hasil kerja si operator. Pemahaman ini kurang tepat. Yang benar adalah subjek masuk kondisi hipnosis karena subjek mau. Jadi, langkah awal adalah si subjek harus bersedia untuk dihipnosis.

Kedua, operator harus bisa menghilangkan perasaan takut ataupun mispersepsi subjek terhadap hipnosis. Ini faktor yang sangat-sangat penting. Mengapa? Karena pencapaian kedalaman hipnosis berbanding terbalik dengan intensitas perasaan takut.

Dengan kata lain, bila subjek sangat takut maka ia tidak akan bisa dihipnosis. Bila takutnya sedikit maka ia bisa masuk lebih dalam lagi. Jika sama sekali tidak ada rasa takut maka subjek bisa masuk dengan sangat mudah ke level hipnosis yang sangat dalam.  

Setelah klien tidak takut dan bersedia dihipnosis maka langkah selanjutnya adalah operator harus bisa mengembangkan imajinasi dan menciptakan pengharapan mental pada diri subjek.
Ketiga, banyak orang mempunyai pemahaman yang kurang tepat, jika tidak mau dikatakan salah, mengenai hipnosis. Banyak orang berpikir bahwa untuk bisa masuk ke kondisi hipnosis maka secara fisik subjek harus rileks. Dengan demikian, jika subjek mau dibawa ke kondisi hipnosis yang sangat dalam maka ia harus sangat-sangat rileks. Dengan kata lain, level relaksasi berbanding lurus dengan level kedalaman hipnosis.

Pemahaman ini, sekali lagi, kurang tepat. Benar, salah satu ciri orang yang berada dalam kondisi hipnosis adalah tubuhnya tampak rileks. Namun tubuh yang rileks tidak berarti orang dalam kondisi hipnosis.

Definisi hipnosis yang saat ini paling banyak digunakan dan diterima adalah definisi yang dilansir oleh U.S. Dept. of Education, Human Services Division, yaitu “Hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking” atau “hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti”

Bila dicermati dengan saksama maka dari definisi di atas tampak jelas bahwa hipnosis sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondisi rileks, rileks secara fisik. Untuk bisa dikatakan sebagai kondisi hipnosis, menurut definisi di atas, maka ada dua syarat yang harus dipenuhi. Pertama, penembusan faktor kritis, dan kedua, diterimanya suatu sugesti oleh pikiran bawah sadar.

Faktor keempat,  yang membuat seseorang sulit masuk ke kondisi hipnosis yang dalam adalah karena operator salah memilih teknik.  Ada sangat banyak teknik untuk menembus faktor kritis pikiran sadar. Akan terlalu teknis bila saya jelaskan di artikel ini. Namun secara umum, ada 6 (enam) teknik dasar yang biasa digunakan. Dari enam teknik dasar ini selanjutnya berkembang menjadi sangat banyak teknik.

Satu teknik yang paling umum dan paling banyak digunakan adalah progressive relaxation. Teknik ini paling banyak digunakan karena paling mudah dan paling “aman” untuk operator. Oh ya, sebenarnya nama progressive relaxation juga kurang tepat. Nama yang benar adalah fractional relaxation. Usahakan untuk tidak menggunakan teknik ini. Gunakan teknik lain yang lebih efektif.

Progressive relaxation tidak cocok untuk orang analitis, kritis, pemikir, melankolis, pengacara, pimpinan perusahaan, atau orang yang berada pada level otoritas tinggi.

Oh ya, banyak orang mengatakan bahwa orang analitis adalah orang yang sangat sulit untuk dihipnosis. Apa benar seperti itu? Ah, tidak. Tahukah anda bahwa sebenarnya orang analitis adalah orang yang sangat sugestif.  Nah, bingung, kan?

Faktor kelima, dan ini juga sering diabaikan oleh banyak operator, adalah semantik atau pilihan kata. Banyak operator menggunakan kata yang mengandung makna si operator lah yang mencipta kondisi hipnosis pada diri subjek. Contohnya seperti ini, “Sekarang anda merasa diri anda semakin rileks dan lebih rileks lagi” atau “Sekarang anda menjadi 10 kali lebih rileks”. Ini adalah perintah yang belum tentu akan dijalankan oleh subjek. Yang lebih tepat adalah dengan menggunakan kalimat yang lebih permisif, persuasif, dan bersifat himbauan.

Jika lima faktor di atas diperhatikan dengan sungguh-sungguh maka siapapun bisa dibimbing masuk ke kondisi hipnosis yang sangat dalam, dengan sangat mudah dan cepat.


Send to Friends
Tell Your Friends
Send to Friends
  Print Artikel



Artikel Lainnya:


Encouragement
Forensic Hypnosis and Memory
Treating Depression with Hypnotherapy
Rumah Tangga Berantakan Karena PLR
Uji Sugestibilitas: Perlukah?
Terima Kasih Tuhan... Ternyata Anak Saya Normal
Understanding Ego State
The Science of Gratitude
Daftar Artikel Lengkap
 
Home | Profile | Services | Products | Events | Articles | My Notes | Testimonial | Contact

Copyright © 2007 Adi W Gunawan. All Rights Reserved.
Design by MATAAIR Media Communications