Home Profile Services Products Events Articles My Notes Testimonial Contact  



Uji Sugestibilitas

Quantum Hypnosis Indonesia

Receive information on the latest events and happenings here!
Sign Up Your E-mail below:

: :





Ultimate Height (CD Audio Therapy)


Surabaya - Seminar Quantum Life Transformation
  16 Oktober 2010
Hotel Tunjungan Surabaya
Jl. Tunjungan 102-104 Surabaya
   
Seminar Hypnotherapy for Children
  11 Desember 2010
Hotel ASTON
Denpasar
   
SURABAYA: QLT for TEENS
  24-29 Desember 2010
Hotel Tretes Raya
Tretes (Surabaya)
   
 

Event lainnya, klik disini

My Notes

Barusan saya kembali dari Amerika untuk kembali meng-update ilmu untuk semakin mengembangkan diri saya. Sungguh satu perjalanan yang cukup melelahkan namun membahagiakan.

Saya berangkat dari Surabaya ke Hongkong selama sekitar 4 jam 30 menit. Transit ... (lanjut)


Testimonials

Selamat malam Pak Adi, saya Rusman dari Tarakan telah memutuskan untuk mengikuti workshop QHi Oktober mendatang. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada Pak Adi. Ternyata apa ... (lanjut)


    Untitled Document

Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia

Teman-teman semua, berikut ini adalah artikel yang sangat bagus yang ditulis oleh sahabat saya Bapak Satria Dharma, salah satu tokoh pendidikan nasional. Semoga bermanfaat.

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.

Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?

Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes.

Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.

Apa gerangan kuncinya?

Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!. Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. 


Send to Friends
Tell Your Friends
Send to Friends
  Print Artikel



Artikel Lainnya:


Encouragement
Forensic Hypnosis and Memory
Treating Depression with Hypnotherapy
Rumah Tangga Berantakan Karena PLR
Uji Sugestibilitas: Perlukah?
Terima Kasih Tuhan... Ternyata Anak Saya Normal
Understanding Ego State
The Science of Gratitude
Daftar Artikel Lengkap
 
Home | Profile | Services | Products | Events | Articles | My Notes | Testimonial | Contact

Copyright © 2007 Adi W Gunawan. All Rights Reserved.
Design by MATAAIR Media Communications