Meraih Potensi Diri Yang Dahsyat
Selamat malam Pak Adi, saya Rusman dari Tarakan telah memutuskan untuk mengikuti workshop QHi Oktober mendatang. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada Pak Adi. Ternyata apa yang menjadi proyek hidup saya sudah terjawab satu per satu.
Saya benar-benar tidak menyadari hal ini sampai saya membuka amplop yang berisi impian-impian yang saya tulis di QLT tahun lalu. Ternyata apa yang saya alami benar-benar telah terjadi semuanya persis seperti yang saya tulis. Ternyata hidup ini mudah dan pernuh berkat.
Terima kasih Pak Adi atas bimbingannya dalam meraih potensi diri saya yang dahsyat. Selamat berjuang dalam karir Bapak untuk dapat bermanfaat bagi lebih banyak orang. Amin...
Rusman
(Tarakan)
(Adi W. Gunawan)
Hypno-EFT....Luar Biasa!!!
Pak Adi, saya Ina, mamanya Budi, 5 thn. Saya sangat berterima kasih sekali sama pak Adi. Berkat sarannya pak Adi, masalah kesehatannya Budi sekarang sudah beres.
Budi saya Hypno-EFT selama 1 bulan penuh setiap hari sebelum tidur malam. Seminggu pertama malah saya EFT pagi bangun tidur dan malam mau tidur. Awalnya saya sempat kecewa Pak karena sepertinya tidak ada hasilnya. Tapi tetap saya teruskan. Setelah saya Hypno-EFT terus selama 2 minggu lebih, baru kelihatan hasilnya. Sekarang Budi jarang banget kena pilek atau batuk atau muntah.
Dulu setiap hari pasti ingusan dan batuk dan muntah dan hampir setiap minggu ke dokter. Sekarang cukup beli obat di apotek nanti pasti sembuh sendiri. Dan yang jelas memangkas biaya dokter :). Sekarangpun Budi masih saya Hypno-EFT terus pak, tapi nggak setiap hari lagi.
Seperti kemarin malam dia agak diare dan badannya panas. Mau tidur Budi saya Hypno-EFT dulu. Paginya ternyata sudah normal lagi padahal saya sudah siap-siap mau ke dokter. Ternyata Hypno-EFT itu dahsyat ya pak :).
Pak Adi, saya benar-benar sangat berterima kasih dan bersyukur karena bisa mengenal pak Adi. Satu persatu masalah saya selesai karena bantuan pak Adi. Secara keseluruhan sebenarnya hidup saya sekarang jauuuh lebih bahagia dan menyenangkan.
Masalah kesehatannya Budi yang sering bikin saya deg-degan sekarang sudah beres. Hubungan saya dengan Ibu saya sekarang juga menjadi sangat menyenangkan. Kami sekarang bisa ngobrol tanpa saling menyakiti.
Pokoknya sekarang saya dan Ibu sudah seperti ibu dan anak pada umumnya. Secara spiritual, saya sekarang juga merasa lebih baik. Saya sekarang mulai sholat. Kalau dulu saya sholat cuma 1 bulan sekali, sekarang setiap hari walaupun belum 5 kali. Dan saya juga bisa merasakan nikmatnya sholat. Kalau dulu yang penting sholatnya selesai.
Terima kasih Pak Adi untuk semua bantuan dan pembelajaran yang Bapak berikan pada saya.
Salam hormat, Ani
(Adi W. Gunawan)
Kejutan di Hari Ulang Tahun
Di QLT bulan Maret lalu, saya membayangkan bulan Juni bisa membeli 'mainan' Toyota Avanza seri G, dan mendapatkan pekerjaan yang benar benar sesuai dengan talenta dan kemampuan yang Tuhan berikan kepada saya. Pada bulan Juni kemarin, tepatnya pas hari Ulang Tahun saya, jam 12 siang, mainan itu datang ke rumah saya. Sebenarnya, saya berharap mainan itu datang pas ulang tahun istri saya, beberapa hari sebelumnya. Tetapi karena ada beberapa halangan, datangnya tertunda, dan tanpa disangka...... It comes in my birthday..... What a great blessing.
Avanza itu adalah hadiah bagi saya setelah 'kerja' selama dua belas tahun menjadi guru. Tentu saja, berkat itu menambah kebahagiaan kami sekeluarga. Tiga hari setelah itu, saya ajak anak anak dan istri pulang kampung di Jogja, dan liburan di sana. What a wonderful trip. Tidak berhenti di situ. Pada saat ini, saya juga sedang merenovasi rumah mungil saya, supaya lebih nyaman kami tempati. Sekali lagi, biaya renovasinya juga atas berkat Tuhan yang tak terduga. Thanks God.
Di bidang karir/pekerjaan, mulai 28 Juni kemarin, saya juga telah mendapatkan pekerjaan baru sebagai Head of Training Unit di salah satu Sekolah International di kawasan Gading Serpong. Saya sudah menjalani profesi baru saya selama kurang lebih seminggu. Saya sangat menikmati pekerjaan saya. Saya sangat antusias bertemu dengan para guru, dan saya sangat bersemangat untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Thank you Pak Adi atas QLTnya. Thank You God, atas berkat-berkatnya.
(Adi W. Gunawan)
PELATIHAN QHI TERLALU MAHAL vs TERLALU MURAH
Dear Pak Adi dan rekan-rekan semua,
Sebentar lagi investasi saya mengikuti pelatihan QHI - Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy sebesar Rp. 39 juta sudah kembali. Dan menurut saya apa yang saya dapatkan, ilmu, teknik, pengetahuan, wawasan, dan masih banyak lagi selama saya mengikuti QHI ternyata biaya yg SANGAT MURAH.
Saya tahu Pak Adi dari rekan saya Rudi M Daeng dan sempat dapat kabar bahwa Pak Adi mengajar di Universitas Surabaya (UBAYA) juga. Kebetulan Budhe saya, saat itu, dekan Fak.
Psikologi UBAYA. Dan saya bertanya pada Budhe saya mengenai Pak Adi. Budhe saya bilang bahwa Pak Adi orangnya luar biasa dan saya sangat didukung oleh Beliau utk belajar dgn Pak Adi.
Budhe saya saat ini sedang menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja.
Saat mau mendaftar, saat itu harga early bird Rp. 30 juta, mau bareng-bareng satu angkatan dengan Pak Rudi M Daeng namun saya dapat musibah. Uang saya dibawa kabur orang.
Belum jodoh ketemu Pak Adi batin saya saat itu. Tapi saya yakin sekali bahwa suatu saat saya PASTI bisa bertemu Pak Adi.
Dan akhirnya saya mendapat kesempatan itu yaitu ikut QHI-9 kemarin di Surabaya. Sebelum ikut saya sempat diskusi dengan istri apakah sebaiknya ikut saat ini atau di lain waktu. Di luar dugaan istri saya bilang, "Mas ikut sekarang saja. Mggak usah perlu mikir-mikir lagi."
Mendapat restu istri hati saya tambah mantap. Akhirnya saya putuskan untuk menjalani satu sesi terapi dulu dengan Pak Adi. Saat itu saya ingin membutktikan sendiri apakah benar pak Adi punya kemampuan terapi seperti yang saya dengar selama ini. Saya adalah tidak orang yang tidak mudah percaya. Apalagi invetasi yang akan saya keluarkan sangat besar. Kelas pelatihan dan sertifikasi hipnoterapis Pak Adi adalah yang paling mahal di Indonesia. Lha, kalau ternyata Pak Adi tidak mampu melakukan terapi dengan efektif lalu buat apa saya mengeluarkan uang begitu banyak dan belajar pada orang yang ternyata tidak kompeten.
Di tengah jadwal terapinya yang sangat padat saya akhirnya mendapat waktu. Bu Stephanie menyisipkan saya di antara sesi terapi yang sudah penuh hingga dua bulan ke depan. Ternyata hasil terapinya sungguh luar biasa. Saya mengalami perubahan saat itu juga setelah sesi terapi. Yang lebih luar biasa lagi selesai terapi, sambil menunggu jam keberangkatan kereta api ke Jogja, Pak Adi mengajak saya keluar untuk makan dan berbagi banyak pengetahuannya. Saya jatuh cinta habis deh dengan ilmu dan kepiawaian Beliau. Di perjalanan balik ke Jogja saya menelpon istri dan menceritakan apa yang saya rasakan setelah terapi dengan Pak Adi.
Singkat cerita, dengan bekal keyakinan yang sangat tinggi, karena telah membuktikan sendiri kecakapan Pak Adi melakukan terapi, saya ikut kelas QHI angkatan 9. Apa yang saya dapatkan di kelas QHI ini sungguh luar biasa, jauh melebihi yang saya perkirakan sebelumnya. Saya sampai pada kesimpulan bahwa harga pelatihan Pak Adi ini sangat murah sekali. Saya bisa berkata seperti ini karena sebelumnya saya telah pernah mengikuti kelas pelatihan hipnoterapi di beberapa tempat lain sehingga saya bisa melakukan komparasi materi pelatihan dan harga.
Bahkan ada salah satu rekan saya yang masih belum yakin saat itu dan ia bertanya kepada saya, "Apakah ilmu Pak Adi benar-benar ampuh dan bisa diterapkan?"
Saya yakinkan rekan saya ini bahwa ilmu yang diajarkan Pak Adi ini benar-benar ilmiah dan telah terbukti sangat efektif. Dan saya belum pernah mendapatkannya dari sumber manapun.
Rekan satu angkatan saya tadi mengatakan,”Sekarang aku mantep karena yang ngomong kamu. Kalau yang ngomong itu Pak Adi atau orangnya Pak Adi jelas mereka bilang ini bagus. Tapi karena kamu yang bilang begitu saya percaya."
Saya bengong mendengar jawaban rekan saya satu angkatan ini di hari ke 2 minggu pertama pelatihan. Yang terjadi akhirnya kami belajar di kelas dengan sangat serius. Dan beberapa rekan
saya ada yang baru menyadari di saat-saat terakhir pelatihan tentang kata-kata saya di awal yaitu BIAYA PELATIHAN Pak Adi SANGAT MURAH DIBANDING DENGAN ILMU YANG KITA DAPATKAN.
Dan setelah lulus dan praktik, apa yang saya alami semakin menguatkan pendapat saya lagi tentang murahnya pelatihan Pak Adi karena belum ada 1 bulan, setelah selesai pelatihan, saya
sudah mau BEP. Kalau sudah 1 bulan penuh saya yakin investasi saya sudah kembali semuanya plus ilmu yang saya dapatkan dari Pak Adi tetap dapat saya praktikkan seumur hidup saya.
Hati saya sangat senang karena bisa belajar langsung dari Pak Guru yang membuat saya semakin kaya.....kaya harta, kaya ilmu, kaya hati, kaya pikiran, kaya saudara, kaya spiritual, kaya moral, kaya keluarga,kaya kesadaran, kaya cinta, kaya kasih sayang, dll. Pertanyaanya sekarang adalah lembaga mana yang bisa memberikan bermacam macam kekayaan ini dengan modal hanya 39 jt?
Saya mampu melakukan terapi dengan cepat, efektif, dan hasil terapi permanen karena apa yang Pak Adi ajarkan di kelas QHI adalah apa yang Beliau praktikkan di ruang praktiknya saat menangani klien. Satu yang menjadi kekuatan pelatihan Beliau, dari pengamatan saya, adalah dasar teori yang sangat kuat yang diajarkan oleh Beliau. Kita, alumni QHI, tidak hanya mampu melakukan terapi namun yang lebih penting lagi kita mampu melakukan analisa kritis terhadap suatu kasus, menentukan teknik intervensi klinisnya, dan melakukan modifikasi teknik atau pendekatan terapi sesuai kondisi klien. Ini sungguh suatu ilmu yang sangat berharga. Selain itu Pak Adi dan tim QHI selalu melakukan update dan upgrade materi, memperbaharui dan menyempurnakan, dan bahkan menciptakan banyak teknik baru secara konsisten.
Hormat saya
Agus Eko C.Ht-QHI
Alumnus QHI angkatan 9
agus.dila@gmail.com
(Adi W. Gunawan)
"Penglihatan" Saya Menjadi Kenyataan
Saya menulis surat ini sebagai pengucapan syukur kepada Tuhan yang saya bagikan agar feel good dan juga bisa menginspirasi teman-teman dengan ditemani oleh radio kesukaan saya, tulisan ini dibuat agar memiliki makna yang dalam.
Sepulang dari pelatihan Quantum Life Transformation bulan Maret lalu, saya mendapat banyak sekali manfaat salah satunya adalah bagaimana perjalanan hidup saya dimulai. Dari QLT, di salah satu sesi yang dibimbing Pak Adi, saya melihat diri saya dan team saya sedang duduk bareng untuk kemajuan personal dan perusahaan saya.
Saya juga melihat bahwa istri saya sedang berada disamping saya untuk mendukung saya seutuhnya dan sepenuhnya. Dan dalam sesi tersebut saya melihat diri saya sendiri bersama istri saya sedang dalam puncak gunung yang paling tinggi dan kami sedang mengangkat tangan layaknya seorang yang telah menang berlomba dan dengan wajah yang berseri-seri. Selain itu, yang saya lihat adalah istri saya sedang mengandung sekitar 7 bulan. Dan tertulis diatas bayangan saya itu bahwa itu adalah bulan desember 2010.
Ingatan itu masih terus ada dan tidak bisa saya lupakan. Seolah-olah nyata, sepulang dari Tretes itu, saya langsung ceritakan kejadian itu kepada istri saya.
Nyaris 3 bulan QLT telah berlalu, namun kenangan manis itu tetap tersimpan. Saat ini dimana semua yang saya lihat di QLT itu, menjadi nyata. Kemarin malam saya dan istri baru saja pulang dari sebuah rumahsakit untuk memeriksakan kandungan. Awalnya kami hanya ingin check up biasa saja. Tidak lebih, karena menurut kami, keadaan sekarang biasa-biasa saja, tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan.
Namun setelah dicek, ternyata tekanan darah istri saya drop 90/60 tapi dia sama sekali tidak merasakan apapun. Akhirnya bukan cuma sekedar check up, kami juga langsung berkonsultasi dengan dokter. Setelah sekitar 20 menit, kami ngobrol, dokter menyarankan agar istri saya mengecek urine untuk tes kehamilan. Ya, mau tidak mau kami turuti. Setelah 15 menit, kami menerima hasilnya, dan hasilnya hanya ada 1 garis. Buat anda yang pernah memakai test pack, pasti ngerti kan maksudnya??
Namun yang ingin membuat kami meluncur kembali ke meja dokter adalah kok tertulis positif. “Jangan-jangan salah tulis” itu kata benak kami. Sampai kami benar-benar mengkonfirmasi apakah itu benar atau ada kesalahan menulis. Sampai perlahan-lahan mulai muncul garis yang kedua pada test pack yang kami terima. Spontan, kagetlah kami.
Saking kagetnya, istri saya nyeletuk dengan tujuan untuk menetralisir kaget kami. “kamu tokcer juga ya….hehehe….” itu kata-kata istri saya yang masih pucat karena kaget dengan hasil yang kami terima.
Sepanjang pulang dari rumah sakit itu, saya dan istri tidak berkata sepatah katapun. Kami hanya menyetel radio yang berirama jazz untuk menenangkan pikiran kami.
Hari kemarin itu, senang, shock, gembira, lemes, tidak percaya, dan masih banyak perasaan-perasaan yang luar biasa yang masih saya belum bisa terima namun saya sudah merasakannya terjadi pada diri kami. Ya, sampai sekarang pun masih ada perasaan itu. Tapi kalo saya pake Hypno-EFT, kayanya sayang, hehehehehe…perasaan dan naluri saya sekarang seperti seorang bapak, padahal belum jadi bener.
Dari kejadian itu, saya langsung teringat tentang “penglihatan” saya ketika di QLT itu. Dan jika di hitung dari bulan ini, tepat desember 2010 itu, kandungan istri saya genap akan berusia 7 bulan. Jauh sebelum kami mengetahui kehamilan itu, istri saya bermimpi (di fase kedua) bahwa dia melahirkan. Dan bukan cuma dia yang bermimpi, beberapa teman dekatnya pun mimpi hal yang sama.
So, sekarang saya sedang dalam feel good yang luar biasa dan mengucap syukur akan semua yang terjadi. 1 hal yang saya masih ingin lakukan walau sedang dalam kehamilan yang muda ini, saya ingin berbulan madu, karena sejak pernikahan kami febuari lalu, kami belum menyempatkan diri untuk berbulan madu. Semoga saja dalam waktu 1-2 minggu kedepan, kami sudah berangkat keluar kota, kepulau yang indah dan menikmati waktu kami berdua.
Terima kasih Tuhan, Pak Adi dan Istri, beserta seluruh panitia QLT, dan teman-teman dimana saya bisa berbagi kebahagiaan ini melalui cerita yang sederhana ini.
God Bless all of Us, AMIN!!
Andrew
(Adi W. Gunawan)
Dalam 1 Bulan Income Naik 2,5 X
Dear teman-teman alumni QLT,
sudah 1 bulan workshop kita berlalu, saya ingin berbagi dengan teman2 agar saya feel good, dan juga teman2 mendapatkan inspirasi.
Bulan lalu saya secara rutin menulis RBM, dengan membayar diri sendiri sebesar Rp. 480.000 (yang tadinya Rp. 240.000). ketika saya menulis RP. 480.000 jujur saja, ada rasa "ganjel". karena kok rasanya gede banget....lompat 200%....tapi terus saya isi RBMnya...
.........akhirnya...........tetap masih ganjel" ........ hehehe............. padahal udah seminggu saya tulis dengan angka Rp. 480.000. akhirnya saya memutuskan untuk "ngobrol" sama Part yang ada dalam diri saya. Dan ada 2 bagian/parts yang membuat saya selalu merasakan ganjel itu sampai menimbulkan bintik-bintik merah di tangan kanan saya. Parts saya cukup bandel karena sudah saya nego berkali-kali dan mereka mengatakan "ya" namun mereka masih tetap menarik saya untuk apa yang mereka inginkan.
Sampai akhirnya saya bukan lagi merayu mereka untuk bekerja sama dan membantu saya, namun saya berbicara dengan keputusan yang sangat tegas untuk tetap pada apa yang saya inginkan. Dan dari situ, parts saya menyadari bahwa saya sangat serius dengan keputusan saya. Sehingga mulai dari situ saya plong dan bintik-bintik merah di tangan saya hilang sampai sekarang.
EITS!!!! Belum selesai ceritanya.......
Ada hal yang sangat menggembirakan....Minggu lalu, saya dapat cash lebih dari setengah dari apa yang saya targetkan.....dan minggu depan positif 2 kali lipat dari bulan sebelumnya..........DAN........ada tambahan sebesar 50% lagi dari apa yang saya targetkan.......sehingga bulan ini positif dapat cash 2.5 kali lipat dari bulan sebelumnya...........HORE!!!!!!!!!!!
Teknik terapi yang diajarkan di QLT workshop dan Rekening Bank Mental memang sangat bermanfaat!!
Dan.........YA, saya bisa ikut QHI....Doakan juga sekalian agar teman-teman juga bisa memiliki ilmu yang sama dengan master hypnotherapy - Adi W Gunawan.
Terima kasih Pak Adi, saya jadi lebih baik hari ini.
Andrew
(Adi W. Gunawan)
Pencapaian Luar Biasa.....
Seorang alumnus pelatihan Quantum Life Transformation mengirim saya email yang sungguh luar biasa. Saya sangat salut dan kagum dengan pencapaiannya yang DAHSYAT....Ini saya share emailnya:
Dear Bp. Adi,Mohon petunjuk dan nasehatnya Pak Adi. Sejak pulang QLT tanggal 7 Mar 2010, tiap hari selalu ada beberapa client yang telpon dan serius beli rumah. Dari sekian client, closing dengan mudah dan beruntun berturut-turut 3 hari dan dalam angka yang besar:
Tgl 15/3 closing 1 platinum. Saya baru join 1 MLM
Tgl 17/3 closing 1 ruko unit gede
Tgl 18/3 transaksi rumah mewah
Tgl 19/3 closing 3 ruko primary
Tgl 20/3 closing 6 ruko primary
Tgl 22/3 closing 3 platinum (MLM)
Mukjijat ini benar-benar seperti durian runtuh, yang 3 ruko dan 6 ruko itu sudah ada orang lain yang duluan offer ke client, tapi begitu saya offer ke mereka dan mereka minta ketemu. Begitu ketemu, saya hanya prospek dan jelasin sekedarnya aja, tanpa banyak bicara mereka conteng unit yang mereka mau langsung. Padahal yang beli 3 unit ruko itu istrinya bilang ke suaminya yang memutuskan beli dari saya, "Bagaimana kalo si A yang duluan offer kita tanya? Nggak enak lha..." Tapi suaminya cuek saja.
Yang beli 6 ruko lebih aneh lagi, kata teman yang kenalin, orang ini boss gede dan sifatnya rada aneh dan orangnya nggak gampangan. Tapi begitu ketemu saya, semua mengalir mudah saja.Yang ingin saya tanyakan, kenapa dari sekian mukjijat itu, saya blank atau merasa biasa-biasa saja? Senang ya pasti senang, tapi tidak meledak-ledak. Biasanya kalo orang yang closing 1 aja uda bisa jingkrak-jingkrak. Lha saya ini closing setiap transaksi tiap hari itu rata-rata harga 5M keatas (Property).
Berarti dalam 4 hari itu omzet ada hampir 28M. Tapi begitu client deal mau, saya biasa-biasa saja dan seperti tidak ada perasaan gimana gitu. Saya sengaja share pengalaman ini untuk membantu mengekspresikan perasaan ini, tapi sepertinya ya biasa-biasa saja. Sepertinya pencapaian yang menurut orang lain sungguh luar biasa namun bagi saya kok nggak ada gregetnya ya? Mohon nasehat dan petunjuknya ya Pak Adi... Terima kasih...
Salam hangat,
Anita
(Adi W. Gunawan)