Anomali Dapikin

6 Juli 2022 11:36

Akumulasi pengalaman dan temuan yang terjadi di ruang praktik kami, hipnoterapis AWGI, menangani lebih dari 100.000 sesi konseling dan atau terapi sejak tahun 2005 hingga saat ini, memampukan kami menemukan pola dan proses pikiran bawah sadar (PBS) dalam mengungkap akar masalah. 

Berdasar temuan ini, berhasil dipetakan tipologi dan koridor regresi berbasis afek: regresi tunggal afek tunggal, regresi serial afek tunggal, dan regresi serial afek serial. 

Seturut tipologi dan koridor regresi ini, kami berhasil mengidentifikasi lima varian pola PBS mengungkap akar masalah: akar masalah langsung ditemukan, akar masalah tidak langsung ditemukan, akar masalah seolah telah ditemukan, kembali pada kejadian yang sama, maju ke kejadian lain. 

Dalam hampir semua terapi yang dilakukan, proses dan alur PBS mengungkap akar masalah selalu mengikuti salah satu dari lima pola ini. 

Walau terkadang PBS agak sedikit menyimpang, tidak mengikuti salah satu dari lima pola ini, terapis bisa dengan mudah mengarahkan PBS kembali masuk dan mengikuti koridor terapi yang sedang berlangsung.

Dalam beberapa kasus, terjadi anomali. PBS mengungkap akar  masalah berdasar kehendaknya sendiri, secara acak, tidak mengikuti pola yang telah terapis kenali. 

Walau terapis telah berupaya melakukan berbagai upaya menuntun PBS agar bisa masuk dan mengikuti salah satu dari lima pola, PBS tetap menolak. 

Ini berakibat proses terapi harus dilakukan berdasar pendekatan "𝘥𝘦𝘢𝘭 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘸𝘩𝘢𝘵𝘦𝘷𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘦𝘳𝘨𝘦𝘴" atau "proses apapun yang terungkap" seturut prinsip 𝘤𝘭𝘪𝘦𝘯𝘵-𝘤𝘦𝘯𝘵𝘦𝘳𝘦𝘥, bukan 𝘵𝘩𝘦𝘳𝘢𝘱𝘪𝘴𝘵-𝘤𝘦𝘯𝘵𝘦𝘳𝘦𝘥. 

Salah satu kejadian anomali ini saya alami saat menangani klien beberapa waktu lalu. Klien ingin dibantu mengatasi hambatan dalam upaya peningkatan penghasilan. Penghasilannya terkunci di angka tertentu, sangat sulit naik. Dalam beberapa kesempatan, penghasilan klien sempat meningkat drastis, namun setelahnya ia mengalami kerugian, ditipu rekan usaha, dan bangkrut. 

Seturut protokol, selesai wawancara mendalam, saya lanjut dengan menuntun klien masuk kondisi hipnosis dalam. Sebelum saya melakukan hipnoanalisis pada klien, tiba-tiba PBS-nya mengungkap kejadian yang klien alami di usia 5 tahun. Dan secara spontan klien teregresi ke usia 5 tahun. 

Saya butuh waktu beberapa saat untuk menetralisir kejadian di usia 5 tahun, yang ternyata menjadi dasar pandangan salah (𝘭𝘪𝘮𝘪𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘭𝘪𝘦𝘧) yang dipegang klien terkait uang. 

Usai kejadian ini diproses, tiba-tiba, PBS kembali mengungkap kejadian di usia 2 tahun. Usai kejadian usia 2 tahun diproses, PBS langsung memunculkan kejadian 1 tahun, kemudian maju ke kejadian di usia 13 tahun, 25 tahun, mundur lagi ke kejadian di usia 15 tahun, 10 tahun. Semua kejadian ini terungkap secara spontan.

PBS juga memunculkan empat Bagian Diri (EP) yang tidak setuju atau mengizinkan klien punya penghasilan besar. EP ini tinggal di tangan, kaki, jari, dan tenggorokan klien. 

Semuanya keluar secara acak. Dan yang lebih luar biasa, dalam kasus ini, PBS sama sekali tidak mau diarahkan mengikuti alur yang digunakan terapis. PBS mengungkap secara acak sesuai keinginannya.

Dalam situasi seperti ini, butuh kejelian dan kesabaran ekstra dalam membantu klien mengatasi akar masalahnya. Ternyata, satu masalah, hambatan dalam meningkatkan penghasilan, memiliki cukup banyak kejadian yang mendasarinya. Semua kejadian yang diungkap PBS, yang berhubungan dengan masalah klien, harus diproses tuntas agar tercapai hasil terapi optimal.

Walau sesi terapi berlangsung cukup lama, karena kondisi anomali, pada akhirnya semua kejadian yang mendasari terjadinya hambatan dalam diri klien dalam mencapai penghasian lebih besar berhasil diatasi. Saya menamakan anomali ini sebagai anomali 𝐃𝐚𝐩𝐢𝐤𝐢𝐧. 

_PRINT   _SENDTOFRIEND

Upcoming Events
Counter
Online3
Hari ini834
Sepanjang masa8.689.422
1 Facebook
2 Youtube
3 Instagram
4 Quantum Morphic Field Relaxation
5 Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia
6 The Heart Technique