Tentang Hypno-Selling

8 September 2022 10:44

Beberapa kali saya dapat permintaan untuk mengajar materi hipnosis untuk penjualan di perusahaan. Saat saya tanya ke perusahaan yang berminat mengundang saya, jawaban mereka kurang lebih sama yaitu ingin para penjual mereka dapat meningkatkan omzet penjualan secara signifikan dalam waktu singkat. 

Perusahaan berharap setelah belajar teknik-teknik hipnosis, para penjual mereka bisa langsung membuat calon pembeli "terhipnosis" dan membeli apapun yang ditawarkan. 

Rupanya mereka punya persepsi yang salah tentang hipnosis karena pernah menyaksikan acara hipnosis di televisi. 

Mereka berpikir, setelah menjentikkan jari, seperti yang dilihat di televisi, calon pembeli bisa langsung terhipnosis dan menuruti apa maunya si penjual. 

Ada lagi yang berharap setelah belajar hipnosis, para penjualnya bisa terampil dalam berkomunikasi sehingga dapat menghipnosis calon pembeli tanpa diketahui dan akhirnya membeli produk atau jasa yang ditawarkan. 

Saya menolak permintaan mengajar materi hipnosis untuk penjualan dengan beberapa alasan. Pertama, benar, saya menguasai dengan baik dan juga mengajar materi hipnoterapi. Namun kelas ini khusus ditujukan untuk mendidik dan mensertifikasi hipnoterapis klinis, bukan untuk penjual.

Kedua, untuk menjual kepada orang lain secara efektif kita perlu menjual kepada diri sendiri lebih dulu. Ini yang sering tidak orang lakukan. 

Menjual kepada diri sendiri bermakna seberapa yakin kita pada produk atau jasa yang kita tawarkan, seberapa tahu kita keunggulan dan kelemahan produk atau jasa yang kita tawarkan, dan seberapa percaya diri kita dalam melakukan penjualan. 

Ketiga, bila calon pembeli memang tidak atau belum butuh produk yang ditawarkan, atau harga produknya tidak sesuai anggaran atau daya belinya, apapun cara yang dilakukan pasti akan menemui resistensi yang besar. 

Keempat, ini yang sangat prinsip, walau saya sangat suka dengan bidang penjualan, karena latarbelakang saya sebagai pengusaha, saya belum punya rekam jejak yang bagus melakukan penjualan langsung, karena saya memang tidak bergerak di bidang penjualan langsung. 

Ada dua kategori pengajar. Kategori pertama, "teacher", yaitu mereka yang mengajarkan sesuatu yang telah mereka pelajari sebelumnya. Kategori kedua, "educator", yaitu mereka yang mengajarkan sesuatu yang telah mereka praktikkan dengan hasil yang baik dalam hidup mereka. Saya tahu di mana posisi saya dalam konteks aplikasi hipnosis dalam penjualan. 

Yang saya lakukan di pelatihan adalah mengajari peserta mengenali kekuatan dan kelemahan mereka. Baru setelahnya pengetahuan ini diterapkan dalam bidang kerja masing-masing untuk meningkatkan kinerja.

Saat penjual yakin pada dirinya, yakin pada produknya, bersikap ramah, fokus pada manfaat dan kebaikan yang bisa diperoleh konsumen bila menggunakan produknya, melayani dengan baik dan tulus, ini semua sifatnya hipnotik. 

Adalah jauh lebih baik dan lebih mudah, menurut hemat saya, bila para penjual mampu menjual pada diri mereka sendiri terlebih dahulu, yakin dengan produk yang ditawarkan pada konsumen karena berkualitas tinggi, dan menggunakan hukum daya tarik (The Law of Attraction) untuk jumpa konsumen yang memang butuh produk yang mereka tawarkan. 

Dalam kondisi ini mereka tidak perlu susah payah harus menggunakan teknik yang ribet untuk memengaruhi atau meyakinkan konsumen agar membeli produk mereka. 

Bila konsumen memang butuh produk yang ditawarkan, kualitas produk bagus, harga sesuai anggaran, sangat besar kemungkinan konsumen beli produk ini. 

Demikianlah adanya...

Demikianlah kenyataannya...

_PRINT   _SENDTOFRIEND

Upcoming Events
Counter
Online2
Hari ini111
Sepanjang masa8.754.898
1 Facebook
2 Youtube
3 Instagram
4 Quantum Morphic Field Relaxation
5 Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia
6 The Heart Technique