Menurut Saya.......

8 Januari 2024 22:59

Seorang sahabat sedang menulis tesis dengan topik aplikasi hipnoterapi untuk depresi. Ia minta saran dan masukan saya, dan rujukan literatur yang akan digunakan dalam penyusunan tesisnya. 

Salah satu pertanyaan penting yang ia tanyakan pada saya adalah tentang definisi hipnosis dan hipnoterapi. 

Saya jelaskan bahwa setiap pakar, seturut pemahamannya, merumuskan definisinya sendiri. Dan ini bisa dipahami dari perspektif perkembangan keilmuan hipnosis dari waktu ke waktu yang terus mengalami kemajuan. 

Definisi hipnosis oleh para pakar di tahun 1880an, 1900an awal, 1920 - 1950, 1950 - 1980an, dan di tahun 2000an walau secara prinsip ada kesamaan, terdapat nuansa berbeda. Masing-masing pakar tentu mendefinisikan hipnosis seturut pemahamannya. Saya sarankan ia mengutip definisi yang berasal dari para pakar hipnosis modern, karena ini yang paling relevan. 

Selain itu, saya juga jelaskan bahwa definisi yang paling kuat dijadikan rujukan adalah yang dikeluarkan organisasi terkemuka, khususnya American Psychological Association (APA) Divisi 30, Society of Psychological Hypnosis. 

APA adalah organisasi ilmiah dan profesional terkemuka di bidang psikologi di Amerika Serikat, beranggotakan lebih dari 146.000 peneliti, pendidik, dokter, konsultan, dan mahasiswa. 

APA telah tiga kali merumuskan definisi hipnosis, tahun 1993, 2003, dan terakhir 2014, sebagai acuan para praktisi dan peneliti pengguna hipnosis dalam kegiatan mereka. 

Menurut APA, 𝐡𝐢𝐩𝐧𝐨𝐬𝐢𝐬 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐨𝐧𝐝𝐢𝐬𝐢 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐝𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐛𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐡𝐚𝐭𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐟𝐨𝐤𝐮𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐝𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐢𝐟𝐞𝐫𝐚𝐥 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐜𝐢𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐩𝐚𝐬𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐫𝐞𝐬𝐩𝐨𝐧𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐬𝐮𝐠𝐞𝐬𝐭𝐢 (Elkins dkk, 2015, p.6). Dan 𝐝𝐞𝐟𝐢𝐧𝐢𝐬𝐢 𝐡𝐢𝐩𝐧𝐨𝐭𝐞𝐫𝐚𝐩𝐢 (𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐩𝐧𝐨𝐬𝐢𝐬 𝐤𝐥𝐢𝐧𝐢𝐬) 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐩𝐧𝐨𝐬𝐢𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐩𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐬 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐩𝐬𝐢𝐤𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢𝐬 (p.7).

Saya mendefinisikan hipnosis sebagai kondisi kesadaran bercirikan pikiran sadar rileks, fungsi kritis analitis pikiran sadar menurun, disertai meningkatnya fokus dan konsentrasi, sehingga individu menjadi sangat responsif terhadap pesan atau informasi yang diberikan kepada pikiran bawah sadar (Gunawan, 2017).

AWGI dan APA Divisi 30 sama-sama menyatakan bahwa hipnosis adalah kondisi kesadaran, karena memang demikianlah adanya, sesuai dengan yang kami temukan dan alami di ruang praktik saat menangani klien di lebih dari 130.000 sesi konseling dan terapi. 

Kondisi kesadaran ini bisa terjadi dan dialami individu secara alamiah, dan bisa juga dengan proses induksi, baik yang dilakukan oleh terapis pada klien (heterohipnosis), atau yang dilakukan sendiri (swahipnosis).

Sementara definisi hipnoterapi, menurut AWGI, adalah terapi, menggunakan teknik atau metode apa saja, yang dilakukan di dalam kondisi hipnosis, untuk mencapai tujuan terapeutik (Gunawan, 2017).

Hipnosis sebagai kondisi kesadaran divalidasi dengan pengukuran gelombang otak. Saya beruntung mendapat kesempatan belajar ke pakar hipnoterapi Tom Silver dan pakar meditasi Anna Wise.

Tom Silver selama lebih dari 20 tahun menggunakan mesin EEG khusus mengukur gelombang otak klien-kliennya. Tom bisa tahu dengan sangat akurat kondisi kedalaman hipnosis setiap kliennya berdasar pola dan komposisi gelombang otak yang tampil di layar komputernya. 

Berdasar data ini, Tom mencipta teknik luar biasa yang memampukan ia untuk "mencabut" emosi langsung dari pikiran bawah sadar klien, tanpa harus memproses memori atau akar masalah. Teknik ini hanya bisa bekerja efektif di kedalaman hipnosis sangat spesifik. Saya beruntung mendapat kesempatan belajar teknik ini langsung dari Tom di tahun 2009.

Anna Wise, selama lebih dari 35 tahun, mengukur gelombang otak klien-kliennya, membimbing mereka masuk kondisi meditatif sangat dalam menggunakan mesin EEG Mind Mirror. Saya belajar dengan Anna Wise di tahun 2009. 

Selanjutnya saya menggunakan dua mesin EEG ini mengukur gelombang otak para subjek di pelatihan saya, mendapat banyak data penting, korelasi antara kondisi hipnosis, kesadaran, memori, emosi, pola dan komposisi gelombang otak, dan akhirnya sampai pada satu simpulan yang menjadi dasar merumuskan definisi hipnosis. 

Saya jelaskan pada sahabat ini, definisi hipnosis versi APA dan AWGI tentu beda dengan definisi yang dinyatakan oleh para pakar hipnosis generasi lama. Tidak ada yang salah dengan masing-masing definisi, karena definisi ini seturut zamannya. Yang kita gunakan, terutama dalam penulisan tesis, tentu adalah definisi terkini. 

Saya beri penguatan pada sahabat ini. Saya bilang, suatu saat nanti, bila ia telah benar-benar mencapai level kepakaran mumpuni dan diakui di dunia hipnosis / hipnoterapi, ia boleh dan berhak menetapkan definisinya sendiri. Ia tidak harus ikuti definisi orang lain. 

Memang di awal, kita menulis dengan merujuk pada definisi pakar sebelumnya. Biasanya kita akan menulis "Menurut ......, hipnosis adalah.......". 

Suatu hari nanti, saya katakan padanya, ia akan menulis artikel dengan kalimat, "Menurut saya........, hipnosis adalah........."

Ini yang saya sangat nantikan. Selama ini kebanyakan orang hanya mengutip dan selalu bilang, "Menurut...........", dan sangat jarang atau hampir tidak pernah saya jumpa tulisan, "Menurut saya.......". 

Saya doakan ia bisa segera tuntas melakukan pengumpulan data dan menyelesaikan penulisan tesisnya dan memberi kontribusi positif untuk kemajuan hipnosis dan hipnoterapi di Indonesia. 

_PRINT   _SENDTOFRIEND

Upcoming Events
Counter
Online5
Hari ini1.033
Sepanjang masa34.440.282
1 Facebook
2 Youtube
3 Instagram
4 Quantum Morphic Field Relaxation
5 Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia
6 The Heart Technique